STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA DAN KEDISIPLINAN GURU PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QURAN SALMAN AL FARISI PUTRI KECAMATAN TOMONI KABUPATEN LUWU TIMUR
Keywords:
kepemimpinan, kinerja guru, disiplin guru, strategi manajemen.Abstract
Kinerja dan disiplin guru merupakan faktor fundamental dalam menentukan keberhasilan pendidikan di lingkungan pesantren, termasuk di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Salman Al Farisi Putri. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga menjadi teladan bagi santri dalam hal akhlak, kedisiplinan, serta kesungguhan dalam menuntut ilmu. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kualitas kinerja dan kedisiplinan guru menjadi kebutuhan yang sangat penting agar proses pembelajaran berjalan efektif, terarah, dan mencapai tujuan pendidikan pesantren. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan pengurus pondok memegang peranan strategis. Kepemimpinan yang efektif mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif, mendorong motivasi guru, serta membangun budaya kerja disiplin dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi kepemimpinan yang diterapkan oleh pengurus pondok dalam meningkatkan performa serta kedisiplinan guru. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data nyata di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan yang meliputi pembimbingan langsung terhadap guru, pengawasan dan evaluasi rutin, pemberian motivasi melalui pendekatan personal, serta pemberian reward bagi guru berprestasi terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja dan kedisiplinan. Selain itu, keterlibatan pemimpin secara aktif dalam aktivitas pesantren mampu membangun komunikasi yang harmonis serta meningkatkan tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugasnya. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang strategis, partisipatif, dan humanis sangat berperan dalam membangun profesionalisme tenaga pendidik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengelola maupun pimpinan pesantren dalam menerapkan manajemen kepemimpinan yang lebih efektif, sistematis, serta berkelanjutan demi peningkatan kualitas pendidikan pesantren
