Upaya Guru Dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional (EQ)Peserta Didik Di Mi Al-Khairiyah Sidodadi Lampung
Kata Kunci:
Kecerdasan EmosionalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan kecerdasan emosional (EQ) peserta didik di MI Al-Khairiyah, Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu dalam mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara positif, yang sangat penting dalam membentuk karakter dan interaksi sosial peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru MI Al-Khairiyah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan EQ peserta didik, antara lain melalui pemberian teladan, pembiasaan disiplin, pembelajaran berbasis karakter, serta bimbingan dan konseling secara langsung. Upaya tersebut terbukti mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengendalikan emosi, berempati, berkomunikasi dengan baik, dan menyelesaikan konflik secara positif. Dengan demikian, peran guru sangat strategis dalam pengembangan kecerdasan emosional peserta didik sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kompetensi sosial mereka.
Referensi
Aqib, Z. (2014). Model-Model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual. Bandung. Yrama Widya.
Armstrong, T. (2005). 7 kinds of Smart, Menemukan dan Meningkatkan Kecerdasan anda berdasarkan Teori Multiple Intelelligence. PT. Gramedia Pustaka.
Ekonomi, J., Transformasional, K., & Kepemimpinan, D. A. N. (n.d.). Hubungan kepemimpinan karismatik, kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan transaksional dengan kinerja bawahan. 3, 198–205.
Fithri, R. (2014). Buku Perkuliahan: Psikologi Belajar. Prodi Psikologi Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi Uin Sunan Ampel Surabaya, 1–164.
Gardner, H. (n.d.). Multiple Intelligences: Kecerdasan Majemuk Teori dalam Praktek. interaksa.
Gardner, H. (2013). multiple intelligence diterjemahkan oleh Yendri Arif Zimur. daras books.
HansHansburg, M. S. dan F. (2003). PEOPLE SMART (Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Anda). Metanoia Publishing.
Moleong, L. J. (2012). metodologi penelitian kualitatif. rosda karya.
Mubarak, A. F., Noor, W. N., Widat, F., Wafiroh, K., & Hayati, N. (2022). Upaya Guru dalam Membangun Kecerdasan Intrapersonal pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3782–3792. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.2124
Mulyana, D. (2003). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigm Baru Ilmu Komunikasi Dan Ilmu Sosial Lainnya,. PT. Remaja Rosda Karya.
Muniroh, S. M. (2013). Pengembangan Kecerdasan Interpersonal Anak. Jurnal Penelitian, 6(1), 16.
Naif, N. (2016). Urgensi Inovasi Pendidikan Islam: Menyatukan Dikotomi Pendidikan. Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam, 15(1), 1–16. https://doi.org/10.15408/kordinat.v15i1.6304
Rumjaun, A., dan Narod, F. (2020). Social learning theory—albert bandura. Science Education in Theory and Practice: An Introductory Guide to Learning Theory, 85.
Saebani, A. D. B. A. (2012). metode penelitian kualitatif. Pustaka Setia.
Siti Fatimah, A. F. (2022). Konsep, Kedudukan, Ruang Lingkup, dan Manfaat Filsafat Ilmu. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(1), 1707–1715.
sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. alfabeta.
Zaini, R. (2022). Studi atas pemikiran B.F. Skinner tentang belajar. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 1(1), 118–129.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yuliana Rahmah, Agus Kenedi, Suci Hartati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
NURHIDAYAH: Jurnal Ilmu Pendidikan diterbitkan berdasarkan ketentuan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

