The TRANSFORMASI PEMIKIRAN ISLAM: DARI ERA KLASIK KE MODERN DAN IMPLIKASINYA DI DUNIA KONTEMPORER

Penulis

  • Agus Rianto Universitas Islam An-Nur Lampung

DOI:

https://doi.org/10.57146/annur.v12i02.5910

Kata Kunci:

Pemikiran Islam, Era Klasik, Modernitas, Pembaruan Islam, Dunia Kontemporer.

Abstrak

Pemikiran Islam merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan peradaban Islam karena berperan dalam membentuk cara umat Muslim memahami hubungan antara wahyu, akal, kehidupan sosial, politik, hukum, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Pemikiran Islam mengalami transformasi yang panjang dari era klasik menuju era modern. Pada periode klasik, perkembangan pemikiran ditandai oleh munculnya berbagai disiplin keilmuan, seperti ilmu kalam, filsafat Islam, fikih, tasawuf, dan ilmu-ilmu Al-Qur'an. Perdebatan antara wahyu dan akal menghasilkan berbagai corak pemikiran yang kemudian menjadi fondasi intelektual peradaban Islam. Memasuki era modern, pemikiran Islam menghadapi perubahan besar akibat kolonialisme, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan sistem politik, serta perjumpaan dengan gagasan modernitas Barat. Kondisi tersebut mendorong munculnya gerakan pembaruan yang berusaha melakukan reinterpretasi terhadap ajaran Islam agar tetap relevan dengan perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi pemikiran Islam dari era klasik ke modern serta mengkaji implikasinya terhadap kehidupan masyarakat Muslim kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku akademik, artikel jurnal, dan karya ilmiah yang relevan dengan sejarah dan perkembangan pemikiran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pemikiran Islam bukanlah proses meninggalkan tradisi klasik, melainkan proses dialog antara warisan intelektual Islam dan tuntutan kehidupan modern. Transformasi tersebut berimplikasi terhadap perkembangan pemikiran Islam dalam bidang pendidikan, hukum, politik, sosial, demokrasi, serta hubungan Islam dengan ilmu pengetahuan dan masyarakat plural.

Referensi

Abdelnour, Mohammed Gamal. “Muhammad ʿAbduh and the Reform Movement at al-Azhar.” In The Oxford Handbook of Islamic Reform, edited by Emad Hamdeh and Natana J. DeLong-Bas, 817–832. Oxford University Press, 2026. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780197532805.013.84.

Hallaq, Wael B. The Impossible State: Islam, Politics, and Modernity’s Moral Predicament. Columbia University Press, 2013.

Hamdeh, Emad, and Natana J. DeLong-Bas, eds. The Oxford Handbook of Islamic Reform. Oxford University Press, 2026.

Parray, Tauseef Ahmad. “Democratic Notions in Islam.” In Islam and Democracy in the 21st Century, 47–111. Oxford University Press India, 2023. https://doi.org/10.1093/oso/9789391050337.003.0003.

Nineteenth- and Twentieth-Century Muslim Intellectuals on Islam–Democracy Compatibility: Voices from Arab World.” In Islam and Democracy in the 21st Century, 112–134. Oxford University Press India, 2023. https://doi.org/10.1093/oso/9789391050337.003.0004.

Nineteenth- and Twentieth-Century Muslim Intellectuals on Islam–Democracy Compatibility: Voices from South Asia.” In Islam and Democracy in the 21st Century, 135–182. Oxford University Press India, 2023. https://doi.org/10.1093/oso/9789391050337.003.0005.

Rahman, Fazlur. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. University of Chicago Press, 1982.

Shahin, Emad El-Din. “Muḥammad Rashīd Riḍā’s Reform Vision: Between Renewal and Traditionalism.” In The Oxford Handbook of Islamic Reform, edited by Emad Hamdeh and Natana J. DeLong-Bas, 396–415. Oxford University Press, 2026. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780197532805.013.56.

Sinanović, Ermin. “Renewal (Tajdīd) and Reform (Iṣlāḥ): Conceptual Definitions and Their Historical and Contemporary Uses.” In The Oxford Handbook of Islamic Reform, edited by Emad Hamdeh and Natana J. DeLong-Bas, 3–20. Oxford University Press, 2026. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780197532805.013.54.

Wisnovsky, Robert. “One Aspect of the Avicennian Turn in Sunnī Theology.” Arabic Sciences and Philosophy 14, no. 1 (2004): 65–100. https://doi.org/10.1017/S0957423904000013

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-10-07