Pengaruh guru bimbingan konseling dalam pembinaan akhlak siswa di madrasah tsanawiyah al ikhlas gunung rejo kecamatan way ratai kabupaten pesawaran
Keywords:
Guru Bimbingan Konseling, Pembinaan Akhlak, Siswa MadrasahAbstract
Pembelajaran Fiqih sebagai bagian integral dari kurikulum Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman siswa terhadap norma-norma hukum Islam dan praktik kehidupan keagamaan yang benar. Namun, efektivitas pembelajaran Fiqih di banyak lembaga pendidikan Islam masih menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait rendahnya pemahaman konsep dan keterlibatan peserta didik dalam kelas. Media pembelajaran, sebagai salah satu aspek pembelajaran yang bersifat strategis, dipandang memiliki potensi signifikan dalam mengatasi tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris sejauh mana penggunaan media pembelajaran — seperti media visual, audiovisual, digital dan audio — mempengaruhi efektivitas pembelajaran Fiqih peserta didik di MA Al-Furqon Tegal Cabe, Kota Cilegon, Banten pada Tahun Pelajaran 2025/2026.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas X dan XI jurusan IPS dan Agama Islam di MA Al-Furqon Tegal Cabe, dengan sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 80 peserta didik. Instrumen penelitian berupa tes objektif untuk mengukur efektivitas pembelajaran, kuesioner respon siswa terkait media pembelajaran, serta observasi kelas untuk penilaian kualitatif pendukung. Analisis data dilakukan melalui uji t berpasangan (paired sample t-test) yang kemudian dikonfirmasi dengan analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan media pembelajaran interaktif dan audiovisual menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor efektivitas belajar dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional (ceramah dan buku saja). Rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi secara statistik (p < 0.05) dibanding rata-rata posttest kelas kontrol. Selain itu, analisis kuesioner menunjukkan bahwa peserta didik yang diajar dengan media pembelajaran melaporkan motivasi belajar yang lebih tinggi, keterlibatan aktif kelas yang lebih baik, dan kemampuan mengingat materi yang lebih kuat. Temuan ini selaras dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pembelajaran Fiqih.
References
Bimbingan, J., Issn, K., Islam, D. A., Saw, R., Negeri, S. D., Guru, P., Agama, P., Akhlak, P., Siswa, P., Iv, K., & Negeri, S. D. (2022). Pada anak usia Sekolah Dasar merupakan masa yang paling tepat untuk menanamkan akhlak pada anak. sehingga dapat meminimalisir penyimpangan yang akan dilakukan oleh anak. 2(1), 35–43.
Bulo, M. B., & Widyaningrum, R. (2020). Pengembangan Strategi Pembelajaran Menyenangkan “ Permainan Bisik Berantai ” Pada Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas II di SD Mardi Yuana. 03(01), 89–94.
Dkk, S. H. (2022). Jurnal pendidikan islam. Integrasi Teknologi Baru Dalam Meningkatkan Pendidikan Islam Di Indonesia Susi, 159–178.
Fahmi, F. (2025). The Role of Education in Building Student Character. 3, 487–497. https://doi.org/10.59525/gej.v3i1.1192
Hartati, S. (2025). The Basic Role of Islamic Education Management in Human Resource Management in the Digital Era. 7(1). https://doi.org/10.25217/jrie.v7i1.
Islam, U., & Sumatra, N. (2023). Good Character: the role of counseling teacher in establishing student discipline character in madrasah Nurmiah Hasibuan, Ali Daud Hasibuan, Mahidin. 10(1).
Kabupaten, P., & Selatan, L. (2024). Pengaruh guru bimbingan konseling dalam pembinaan akhlak siswa madrasah tsanawiyah al furqon desa rawi kecamatan penengahan kabupaten lampung selatan.
M. Agus Kurniawan, S. H. (n.d.). No Title. 1–8.
M, S. R., Sari, S. T., Azwari, Y. S., & Arlina, S. (2025). Peran Bimbingan Konseling Islami Dalam Pembentukan Karakter Siswa Tingkat SMA. 1, 22–35.
Madrasah, D. I., & Negeri, T. (2021). VOLUME 3 NO 2 EDISI JULI – DESEMBER TAHUN 2021 http://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/almursyid/. 3(2), 103–118.
Muhammadiyah, V. S. M. P. (2020). PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DAN GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBIMBING AKHLAK SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2019 / 2020 Program Sarjana Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta Abstrak Info Artikel Siswa pada Sekolah Menengah Pertama berada pada posisi perkembangan masa remaja awal dengan dinamika perubahan yang pesat dan cepat dalam berbagai aspek , termasuk aspek moral atau ahlak . Perubahan yang cepat seringkali menimbulkan krisis , oleh karena itu dinamika perubahan perkembangan pada masa remaja mendapat perhatian serius dari berbagai pihak khususnya para pendidik karena pengalaman menjalani perkembangan masa remaja menentukan perkembangan individu remaja pada tahap selanjutnya yaitu masa dewasa . Di Sekolah Menengah Pertama , guru adalah seorang pendidik yang sehari-hari berinteraksi secara intens dengan sosok remaja yang menjadi siswa dengan segala problematikanya . Sesuai dengan tugas utama guru yaitu mendidik dan membelajarkan siswa maka guru diharapkan dapat berperan optimal dalam pengatasan masalah siswa sebagai bagian dari upaya memfasilitasi perkembangan berbagai aspek yang menunjang pencapaian tujuan pendidikan . Menurut Voaindonesia . com ( 11-02-2019 ), persoalan yang dihadapi oleh guru saat ini adalah masalah krisis akhlak di kalangan siswa . Seperti siswa yang bersekolah di salah satu SMP daerah Gresik yang menantang dengan memegang kerah seorang guru sambil memposisikan tangan seperti hendak memukul si guru , dikarenakan siswa tersebut tidak terima lantaran ditegur saat merokok di dalam kelas . Hasil penelitian Muchtar ( 2005 ) juga menyatakan beberapa siswa sekolah menengah memiliki ahlak yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku , seperti berbicara kurang sopan , kurang menghargai guru , merokok , dan berkelahi . Kenakalan remaja yang terjadi di beberapa tempat seringkali dikaitkan dengan tanggung jawab guru di sekolah . Walaupun pelaku kenakalan belum tentu siswa namun karena kebanyakan pelaku adalah remaja dalam usia sekolah maka guru menjadi sasaran . Hal ini sesungguhnya mencerminkan adanya harapan yang sangat kuat dari masyarakat kepada guru , bukan hanya mengajar tetapi juga mendidik . Dalam konteks tugas mendidik guru dikenal sebagai pribadi yang harus bisa “ digugu dan ditiru ” yang intinya adalah keteladanan menjadi hal yang sangat penting dari performance guru , baik di sekolah maupun di luar sekolah . Menurut Mulyasa ( 2012 : 63 …. 4(2), 319–329.
Siroj, R. A., Afgani, W., Septaria, D., Zahira, G., Kuantitatif, P., Ilmiah, P., & Data, A. (2024). Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, Volume 7 Nomor 3, 2024 | 11279. 7, 11279–11289.
Suci Hartati, M. H. (2023). MANAJEMEN STRATEGI MENGGUNAKAN TQM DAN SWOT DALAM MENGANALISIS MAJU MUNDURNYA SEBUAH ORGANISASI. An Najah, 02(02), 14–23.
Waruwu, M., Pendidikan, M. A., Kristen, U., & Wacana, S. (2023). Pendekatan Penelitian Pendidikan : Metode Penelitian Kualitatif , Metode Penelitian Kuantitatif dan Metode Penelitian Kombinasi ( Mixed Method ). 7, 2896–2910.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anggi Prastika Sari, Ade Wawan, Miftahul Anwar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
NURHIDAYAH: Jurnal Ilmu Pendidikan diterbitkan berdasarkan ketentuan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


